Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

hati-hati terhadap vaksin mesti jeli... loh

Semua harus membaca ini , bila masih sayang sama anak dan cucu : "Vaksin Penyebab Autis" Buat para Pasangan MUDA. Oom dan Tante yg punya keponakan... atau bahka n calon ibu ... perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share kepada yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2. Setelah kesibukan Lebaran yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca buku "Children with Starving Brains" karangan Jaquelyn McCandless,MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo. Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50.000,-itu benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder. Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 -Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55) te

PKI (Politik Komedi Indonesia 15B)

Haloo...aganagan yang ane hormati, sudah lama penulis tidak ngepost di blogg ne... karena kesibukan penulis dan ada sedikit bermasalah dengan pc/laptop ane sehingga penulisan terpaksa ditunda, oh yaa para agan sekalian aganwati penulis juga lagi garap novel... ya belum publish dan tidak akan dijual hanya diblog ini saja ane berbagi tidak perlu bayaran hanya komen-komen yang membangun. yap kali ini ane mau ngebahas tentang kode etik kasus pencatutan atas nama presiden dengan tersangka ketua DPR RI, ckckck hal ini sungguh disayangkan, apalagi kasus freeport hal ini sudah lama, mengenai freeport ini masuk semasa orde lama jatuh, freeprot masuk selama trasnsisi antara orde lama dan orde baru jadi sudah lama hampir 50 tahun agan - agan, lantas bagaimana dengan ketua DPR RI, yah tentu saja dia berpolitik bagaimana dia tidak tertangkap, sedangkan MKD hanyalah trik dan sidang sandiwara bahkan MKD itu  (Membantu Kawan Dekat), lantas sumpah setia bangsa ini dibawa kemana, penulis heran jik